
Wopparagu adalah kuliner yang terbuat dari kacang tanah, jagung dan sorgum yang disangrai dan dihaluskan kemudian dicampur dengan gula cair lontar dan dibentuk adonan bulat. Dikenal sebagai kuliner asal pulau Sabu , Nusa Tenggara Timur yang saat ini sudah tidak mudah lagi ditemukan di daerah asalnya, namun resep masih dapat diakses. Olahan pangan ini dapat bertahan hingga satu bulan dalam suhu udara karena bahan-bahan yang kering. Memperkenalkan Wopperaggu dalam kegiatan Terra Madre hari ke 2, bukan saja menunjukkan makanannya tapi bagaimana budaya dan pengetahuan leluhur terkait pengolahan pangan. Bagaimana masyarakat di Pulau Sabu menggunakan wopperagu sebagai bekal perjalanan panjang yang cukup mengenyangkan.
Pendekatan “Energy ball” cukup berhasil. Pengunjung yang datang dapat memahami bagaimana kuliner ini dapat memberi manfaat bagi tubuh. Beberapa bahan yang dekat seperti kacang tanah dan jagung cukup dikenal sehingga memberi kesan familiar. Beberapa pengunjung yang mencoba tertarik dengan rasanya dan cara membuatnya dan berdiskusi tentang bahan pengganti jika mereka ingin membuat sendiri dirumah.
Sesi madu hutan dimulai dengan pemutaran dokumenter tentang bagaimana masyarakat di sekitar Gunung Mutis, Timor Tengah Selatan, NTT mengambil madu. Ritual dan penghormatan kepada alam yang memberikan hasil untuk diambil dilakukan yang diceritakan oleh Pak Novi, salah satu pengambil madu hutan. Setelah itu pengunjung dapat mencicipi rasa madu hutan dari Pulau Timor dan banyak yang merasakan keunikan dari rasanya yang berbeda dari madu pada umumnya.
Jewawut diperkenalkan sebagai salah satu bahan pangan dari pulau Flores yang sudah tidak banyak ditanam oleh masyarakat. Pembukaan sesi dilakukan dengan memperkenalkan Jewawut asal Flores oleh iim, dan bagaimana kaitan jewawut dengan budaya masyarakat, seperti jewawut dipercaya sangat baik bagi perempuan setelah melahirkan. Setelah itu dilanjutkan dengan demo masak bubur jewawut oleh Chef Ragil dan testing oleh publik. Pengunjung terlihat sangat antusias dengan mencicipi bubur jewawut, mendengarkan penyampaian terkait jewawut dan mengambil gambar.









