
Sesi ini merupakan sesi tasting dari Gula Lontar, Gula Aren dan Gula Singkong bagi para pengunjung. Para pengunjung mengemukakan bahwa mereka baru menyadari bahwa ada banyak pemanis dan bahan dasar bagi pemanis di Indonesia yang umumnya berbeda berdasarkan dengan daerah penghasilnya. Dalam sesi ini juga dibuat bubur diniyohu yang merupakan bubur manis khas manado. Bubur Diniyohu ini berbahan dasar sagu dan bahan pelengkap lainnya. Bubur diniyohu ini menggunakan teknik sagu menggumpal yang mirip dengan boba yang saat ini ramai di pasaran. Taste tasting 3 jenis gula didalam booth Indonesia juga mendapatkan respons dan antusias yang baik, banyak yang berpendapat bahwa jenis gula yang ada memiliki tingkat kemanisan yang berbeda, aroma yang berbeda dan juga aftertaste, karena dalam gula lontar yang disediakan menggunakan pengasapan perapian tungku yang membuat rasa atau aftertaste dari si gula lontar menjadi lebih smoky. Untuk gula singkong sendiri, banyak orang yang baru pernah mendengar dan merasakan bahwa singkong bisa dibuat menjadi gula. Semua gula yang dijajakan memiliki Glikemik Index yang lebih kecil dibandingkan dengan gula tebu
Dalam sesi ini dipersiapkan tiga madu dari tiga pulau di Indonesia yakni Pulau Jawa (Ujung Kulon), Pulau Kalimantan (Kapuas Hulu), dan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (Mutis). Ketiga madu ini berasal dari petani madu hutan yang tergabung dalam Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI). Pengunjung ramai berdatangan untuk mencicipi 3 jenis madu hutan yang ada, mendapatkan antusias karena rasa dari madu yang memiliki kadar air masih cukup tinggi menjadikannya dianggap memiliki rasa alkohol (seperti wine). Banyak yang berminat untuk membeli dan membawa pulang namun madu yang dijual sudah terjual habis di hari sebelumnya.


