Sejarah terbentuknya konsorsium PARARA dimulai pada tahun 2012, ketika ide festival model dan inisiatif penghidupan (sustainable livelihood initiatives and models--SLIMs) dikomunikasikan kepada beberapa organisasi masyarakat sipil yang mempunyai kesamaan visi dan misi untuk mempromosikan dan memperluas pasar bagi produk-produk komunitas yang hijau dan lestari. Ide festival SLIMs ini kemudian ditanggapi dan diperluas menjadi Festival Penen Raya Nusantara (PARARA) seperti yang dikenal sekarang ini.
Setidaknya ada sebanyak 20 LSM telah melakukan kesepakatan awal untuk melakukan gerakan ini. Masing-masing CSO dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda telah pula secara mufakat menyatakan dukungan untuk gerakan ini dengan berbagai alasan seperti di bawah ini:
1. Adalah penting untuk memberikan dukungan yang terus menerus terhadap kewirausahaan komunitas karena umumnya inisiatif yang berorientasi proyek cenderung gagal setelah proyek berakhir.
2. Mempromosikan alternatif skema produksi dan konsumsi yang berkelanjutan yang ramah lingkungan, adil dan berbudaya lokal dan berkontribusi untuk menguatkan daya dukung dan daya saing produk komunitas.
3. Produk lokal dari komunitas perlu lebih berorientasi pasar, sehingga diperlukan produk dengan kualitas yang konsisten dan yang responsif terhadap kebutuhan konsumen.
4. Penting untuk tidak hanya fokus terhadap kebutuhan konsumen, secara khusus difokuskan juga terhadap generasi muda sehingga dapat mengembangkan minat dan dukungan mereka untuk gaya hidup yang sehat dan membeli produk yang bersahabat dengan isu sosial dan lingkungan.
5. Sangat penting untuk memulai kampanye pemasaran yang terfokus dan efektif untuk produk lokal yang hijau sehat dan adil sehingga bisa mendapatkan posisi yang lebih baik di pasar dan memiliki akses pasar yang lebih baik.
6. Penting untuk memanfaatkan kekuatan dan inti bisnis dari organisasi yang terlibat, seperti lembaga yang bekerja pada tema dan produk tertentu, lembaga dengan target publik yang lebih besar, lembaga yang bekerja pada sektor-sektor spesifik, lembaga yang kuat dalam advokasi dan kampanye dan lembaga-lembaga yang bekerja di tingkat akar rumput, sehingga pelayanan kepada komunitas dapat lebih holistik.
7. Menyelenggarakan Festival Panen Raya Nusantara dua tahun sekali sebagai pintu masuk bagi eksistensi kewirausahaan komunitas kepada publik yang lebih luas, serta membuka unit bisnis bersama dari konsorsium
Kepercayaan dan keyakinan merupakan landasan hubungan antara manusia, termasuk hubungan antara produsen dan konsumen. Keyakinan terhadap produk (mutu, jumlah, kontinuitas) merupakan landasan kepercayaan konsumen dalam memilih produk.
Oleh karena itu sebagai persyaratan sebuah pasar, penjaminan mutu diperlukan untuk memberi keyakinan kepada konsumen bahwa kualitas produk yang mereka hasilkan sesuai dengan standar produksi maupun standar produk yang dibutuhkan konsumen. Penjaminan merupakan pendelegasian keyakinan dan kepercayaan bahwa produk tersebut sesuai dengan harapan konsumen.
Pelaku-pelaku atau produsen produk komunitas adil lestari di Indonesia telah mengembangkan cara untuk menjamin integritas yang umumnya adalah petani skala kecil sulit untuk mendapatkan pengakuan dari pembeli yang ada di perkotaan. Hal ini disebabkan pada tingkat produsen kuantitas dan mutu masih tidak sesuai dengan tingkat permintaan pasar.
Oleh karenanya, organisasi-organisasi masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap petani/produsen skala kecil berupaya untuk membangun konsorsium PARARA untuk dapat memperluas akses ke pasar, peningkatan kualitas produk dan adanya dukungan dari pembuat kebijakan sehingga produk-produk komunitas adil lestari dapat mempunyai tempat dan diterima oleh pasar.
Adanya kata Nusantara dalam konsorsium karena beragamnya produk-produk dari penjuru nusantara yang ikut ambil bagian dalam konsorsium ini. Konsorsium PARARA akan menjadi etalase bagi eksistensi kewirausahaan komuntas kepada publik yang lebih luas. Di sini publik diperlihatkan upaya komunitas dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menghasilkan karya yang juga bisa meningkatkan ekonomi mereka sekaligus meningkatkan kelestarian ekologi kehidupan mereka. Usaha mereka adalah bagian global dalam menyelamatkan ekologi di Indonesia yang adalah bagian dari masyarakat Indonesia. Upaya kewirausahaan komunitas juga sebagai ketegasan bahwa masyarakat terpencil yang identik dengan kemiskinan bisa memberdayakan diri mereka. Lebih dari itu usaha lokal mereka juga menyelamatkan ekologi Indonesia secara global.