Diskusi hari kedua semakin memperkaya wawasan pengunjung melalui berbagai topik, mulai dari pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot, edukasi memasak bersama Slow Food Indonesia, hingga talkshow "Jejak Budaya dan Rasa dalam Masakan Tradisional Indonesia". Seluruh sesi tersebut menegaskan bahwa sistem pangan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan pelestarian pengetahuan lokal.
Festival kemudian ditutup dengan pertunjukan seni tradisi dan musik yang memperkuat pesan bahwa pangan lokal bukan sekadar sumber konsumsi, tetapi juga bagian dari identitas budaya, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan ekonomi komunitas. Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari, PARARA Mini Festival 2025 berhasil menjadi ruang pertemuan antara produsen lokal, masyarakat adat, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum untuk bersama-sama membangun masa depan pangan Indonesia yang lebih beragam, adil, dan lestari.